Tubaba - (Sbuai Media)
Sebanyak 26 Tiyuh (Desa) di Tulangbawang Barat (Tubaba) dipastikan menggelar Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Serentak tahun 2026 pada 22 Oktober mendatang. Menjelang pelaksanaan tersebut, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tubaba mulai memperkuat Koordinasi lintas sektor serta menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta guna mendukung seluruh tahapan pemilihan.
Persiapan tersebut sebagaimana dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pilkati Serentak 2026 di Ruang Rapat Bupati Tubaba, pada Selasa (26/05/2026). Dan Rakor itu berlangsung dengan melibatkan unsur Pemerintah Daerah, DPRD, Aparat keamanan, Camat, Kepala Tiyuh, serta Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) dari wilayah bakal penyelenggara Pilkaty serentak.
Pemilihan Kepalo Tiyuh menjadi tindak lanjut berakhirnya masa Jabatan sejumlah Kepala Tiyuh masa Jabatan selesai pada akhir 2026 hingga awal 2027. Dan mengingat akan pentingnya hal tersebut, Pemkab menilai seluruh Tahapan patut dipersiapakan agar Prosesi Pemilihan dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.
Dan hal sebagaimana disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tubaba, Untung Budiono, dalam penyampaian pembuka dimulainya Rakor. Ia mengingatkan sejumlah aspek penting yang patut diperhatikan itu merupakan kelengkapan Administrasi dalam prosesi pemilihan.
“Hal-hal kecil harus diperhatikan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan jangan sampai ada persoalan di kemudian hari. Aspek harus patut diperhatikan itu terkait kelengkapan Administrasi Pencalonan, Keabsahan Dokument, Batas Usia Calon, Validasi Daftar Pemilih, hingga Domisili bakal Calon Kepalo Tiyuh, serta juga keamanan," Ujang Asisten Untung.
Dilanjutkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba, Sofiyan Nur, terkait Pilkatii serentak tersebut tahapan itu telah disusun melalui Keputusan Bupati. Yakni dimulai sejak Mei 2026 dengan pembentukan Panitia, dilanjutkan Pendaftaran Bakal Calon pada 20–28 Juli 2026, dan masa kampanye 12–14 Oktober 2026, hingga pemungutan suara pada 22 Oktober 2026. Dan guna mendukung sejumlah kebutuhan dalam pelaksanaan itu Pemda telah mengalokasikan Bantuan Keuangan sekitar Rp.400 juta melalui APBD Setempat.
"26 Tiyuh itu tersebar di 8 Kecamatan diluar Pagar Dewa, dan melalui APBD, Pemda kita sudah mengalokasi Bantuan Keuangan sekitar Rp.400 juta untuk mendukung berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan Pilkati itu. Mulai dari Surat Suara, Bilik Suara, Pengamanan, hingga kebutuhan Teknis lainya. Dan Anggaran itu disusun berdasarkan jumlah Pemilih yang mencapai 62,290 Jiwa dengan total Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 134 TPS," papar Kadis Sopyan Nur.
Selain dukungan dari APBD, pembiayaan tambahan juga dapat bersumber dari APBTy lanjut Kadis Sopyan. Alokasi anggaran itu dengan estimasi Rp.25.000, sampai Rp.30.000, per mata pilih menyesuaikan kemampuan keuangan masing-masing Tiyuh. Dan penggunaan anggaran dari APBTy tersebut wajib sesuai dengan ketentuan tata aturan perundangan-undangan yang mengatur didalamnya.
"Sesuai ketentuan yang mengatur didalamnya, anggaran tambahan dari APBTy itu digunakan dalam Pilkaty untuk Pengeluaran Operasional diluar Surat Suara, Kotak Suara, Bilik Suara, dan Barang Cetakan. Dan ini sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan termasuk Regulasi terkait Desa, Pemerintah Daerah, serta Keputusan Bupati mengenai Jadwal dan Pembiayaan Pilkaty," tutur Kadis Sopyan Nur. (F)

0 Komentar