Tubaba - (Sbuai Media)
Material Batu pada Proyek Rekontruksi Jalan Sp. Kibang Yekti Jaya - Ethanol (Bts Tuba) milik Dinas PUPR Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2026, diragukan secara kuwalitas. Pasalnya hampir seluruh tumpukan batu pada lokasi Proyek dengan nilai Kontrak Rp.2.429.412.000,00.- itu, terlihat dominan berpasir dengan campuran debu batu.
Dari tinjauan ke lokasi pada Jum'at (30/10/2026), pengerjaan Proyek itu tengah ditahap Pekerjaan Pondasi dan terlihat dengan kondisi yang cukup memperihatinkan. Beberapa Titik Lubang galian Pondasi terlihat berlumpur yang cukup menggenang dan juga telah diletakkan tumpukan-tumpukan material Batu yang memakan setengah badan jalan.
Kondisi tersebut mulai dikeluhkan beberapa pengguna Jalan yang mengaku cukup terganggu saat melintas. Area galian itu disebut aneh dengan kondisi bergelombang, dengan genangan lumpur yang cukup dalam. "Repott ini mas, harus nyari jalan tikus ataw numpang lewat di halaman orang. Gak berani kita liwat di Galian itu, tanahnya jeglok-jeglok dan sekarang malah becek," ungkap Rahmat dan beberapa warga Gunung Terang saat melintas sepulang dari Toko Bangunan di Unit 2 Tuba.
Rahmat dan rekanya berharap Pemkab Tubaba dapat memperhatikan soal akses bagi pengguna serta Kuwalitas bahan yang digunakan dalam setiap pekerjaan Jalan. "Masak ia sih mas Pemkab kita Bangun Jalan pake Batu yang begitu, liat aja itu abis kena hujan keliatan lebih kayak pasir debu batu," imbuh Mereka.
Disinggung soal jenis Material Batu tersebut, mereka mengaku kurang paham karna tidak pernah melihat di Toko-toko Bangunan. Saat disebut terkait nominal anggaran Proyek itu, Rahmat dan rekanya seketika terperanjat kaget dan sangat menyayangkan penggunaan Batu yang seperti itu.
"Bussseeett Mas, Proyek Jalan ini nilainya Rp.2,4 milyaran to. Waaahhh kenapa gak pake Batu Split aja kayak yang dijual Toko-toko Bangunan. Saya baru beli 3 hari kmarin Batu Split 3/2 itu 400 lah per M3 ketemunya. Sayang Yo mas, kalo kita butuh 1.000 M3 kan cuma 400 juta dan pasti bisa kurang beli banyak. Kalo Batu model begitu palengan gak nyampek 200 kali ya," pungkas Rahmat dan Rekanya sembari berpamit untuk melanjutkan perjalanan.
Terpisah, Pihak Rekanan Pelaksana Pekerjaan, belum berhasil ditemui di Lokasi Proyek itu. Beberapa pekerja menyebut jika Bos mereka mungkin sedang keluar dan tidak tau sedang kemana. "Lagi keluar kayaknya om, biasanya ya ada terus," ungkap salah satu Pekerja. (F)

0 Komentar